Sifat anak kecil yang lincah dan suka bermain kadang-kadang membuat para orang tua harus selalu waspada untuk mengawasi apa yang dilakukan oleh anak mereka. Sebab, hal apapun bisa saja terjadi. Kelalaian dalam mengawasi anak, bisa mengakibatkan musibah, dan bahkan kematian. Hal ini salah satunya terjadi pada seorang bocah laki-laki berumur empat tahun yang bernama Daniel Yohanes. Bocah malang ini terjatuh dari lantai empat rumah susun Petamburan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Daniel saat itu sedang bermain dengan teman-teman sebayanya. Mereka bermain di atas sofa yang berada tepat di samping sebuah pagar pembatas yang tingginya hanya sekitar 1,5 meter saja. Awalnya, Daniel dan teman-temannya bermain biasa, namun beberapa saat kemudian Daniel memeragakan gerakan layaknya superman dan naasnya lagi, salah seorang teman Daniel tidak sengaja mendorong Daniel hingga ia terjatuh dari lantai empat hingga lantai 1.
Akibatnya, nyawa Daniel tidak tertolong lagi. Adilah Rashman, orangtua Daniel merasa sangat terpukul sekali atas kematian anaknya ini. Adilah yang pada saat kejadian berlangsung saat itu sedang berada di lantai 1 untuk ‘internetan’.
Nah, melihat dari peristiwa ini, siapa yang seharusnya disalahkan? Anak kecil yang mendorong Daniel ataukah murni hanya karena faktor musibah di mana orang tuanya dalam hal ini lalai menjaga anaknya?
Anak kecil, teman Daniel yang mendorong tubuh Daniel tidak bisa begitu saja dijatuhi hukuman pidana, karena faktor di bawah umur. Sedangkan orang tua Daniel, apakah bijak jika ia selalai itu dalam mengawasi anaknya hingga tidak tahu anaknya sedang bermain dekat-dekat dengan pagar pembatas rusun?
Sebenarnya, masih banyak lagi kasus serupa yang menimpa banyak anak kecil. Entah itu jatuh di mall akibat tertarik pegangan eskalator, jatuh dari apartemen, dan sebagainya. Bila sudah banyak bukti seperti ini, maka seharusnya para orang tua lebih waspada lagi dalam menjaga anak mereka agar hal-hal seperti ini tidak akan terjadi pada mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar